TRADISI DOLE DOLE, TRADISI IMUNISASI PENDUDUK BUTON UNTUK ANAK - ANAK
Penduduk pulau Buton adalah salah satu suku yang hingga saat ini masih percaya akan adat tradisional leluhur dan masih sering dilakukan hingga saat ini. Salah satu adat yang sangat terkenal dan sampai saat ini masih sering dilakukan adalah dole dole.
Dole dole dalam bahasa Indoesia artinya adalah berguling - guling. Adat ini telah dilakukan sejak zaman dahulu dengan kepercayaan bahwa adat ini adalah bentuk sebuah " obat " untuk balita yang memiliki penyakit gatal - gatal atau kudisan yang tidak kunjung sembuh, yang memiliki sifat buruk maka adat ini akan dilakukan untuk anak anak tersebut.
Namun saat ini, adat ini akan dilakukan untuk semua anak dengan tujuan melindungi dari segala penyakit. Secara ringkas, adat ini bertujuan untuk mengimunisasi anak - anak secara tradisional.
Adapun dole dole ini biasanya dilaksanakan ketika anak berumur 1-4 tahun. Seorang "bisa" dibutuhkan untuk melakukan dole dole ini. "Bisa" adalah sebutan bagi seorang wanita tua yang memiliki pengetahuan lebih tentang dole dole dan "bisa" inilah yang akan membantu menjalankan adat ini sampai selesai.
Sama seperti adat pada umumnya, dole dole ini memiliki beberapa persyaratan yang harus penuhi. Semua persyaratan itu harus dipenuhi agar pelaksanaan dole dole bisa dianggap berhasil
Periuk kuningan yang berisi makanan. Periuk ini terbuat dari logam kuningan. Periuk yang digunakan berjumlah tiga buah. Periuk kuningan ini harus diisi dengan makanan yang telah disyaratkan. Periuk pertama berisi ubi rebus, telur rebus, kambalu ( Dalam bahasa Indonesia adalah lemit ), pisang rebus atau pisang mentah. Periuk kedua berisi nasi santan, dan periuk ketiga berisi nasi biasa. Selain itu 1 wajan berisi minyak kelapa juga dibutuhkan.
Setelah mengisi semua periuk itu dengan berbagai makanan itu, periuk itu harus ditutup dengan daun pisang. Semua periuk dan wajan ini disusun berjejer dengan posisi wajan paling ujung. Di atas periuk tersebut, diletakkan 2 ekor ikan bobara bakar yang ditaburi dengan kelapa parut.
Setelah periuk itu lengkap, maka dole dole bisa dilanjutkan ke proses dole dole atau guling - guling. Dole - dole atau guling guling dilakukan dengan menggulingkan anak diatas daun pisang yang sudah dioleskan minyak kelapa.
Setelah melakukan dole dole, balita akan dimandikan menggunakan bunga melati. Setelah dimandikan, balita yang telah menjalani proses dole dole itu akan diikatkan benang pada pergelangan tangan. Jumlah benang tersebut berbeda untuk anak laki - laki dan anak perempuan. Benang anak laki - laki berjumlah 9 helai benang sedangkan anak perempuan berjumlah 8 helai.
Selain sebagai bentuk imunisasi, adat ini juga digunakan sebagai ajang silaturahmi keluarga sehingga adat ini sering dilakukan oleh penduduk buton.

Komentar
Posting Komentar